Rabu, 16 Agustus 2017

Mahasiswa Bukan Sekadar Predikat

Mendidik ialah tanggung jawab bagi orang-orang terdidik, begitulah bunyi kalimat bijak Bapak Anies Baswedan mantan menteri pendidikan Indonesia. Menurut Wikipedia Indonesia, mahasiswa ialah sebutan bagi orang yang sedang menempuh pendidikan tinggi yang terdiri dari sekolah tinggi, akademi hingga universitas. Mahasiswa di berbagai Negara mengambil peran penting dalam sejarah suatu Negara. Ketika seseorang telah mendapatkan predikat sebagai mahasiswa, otomatis ia adalah konsumen pendidikan yang telah mengenyam pendidikan dari pendidikan dasar, menengah pertama hingga menengah atas. Ketika kita telah mendapatkan predikat tersebut dalam kurun waktu yang tak singkat, sudahkah kita berkontribusi dalam kemajuan bangsa khususnya dalam bidang pendidikan?

Apalah arti nama jika tidak bermakna. Begitupun juga mahasiswa, apalah predikat mahasiswa jika tidak ikut mengambil andil dalam memajukan pendidikan Indonesia. Pendidikan ialah investasi di masa sekarang dan masa depan. Tidak ada Negara maju tanpa sumber daya manusia yang terdidik. Untuk itu, sebagai mahasiswa kita harus berkontribusi dalam mendorong kualitas pendidikan di Indonesia. Kita dapat lebih menghidupkan predikat kita sebagai mahasiswa diantarannya dengan berkecimpung di dalam masyarakat, menebarkan semangat belajar dengan aura positif, dan beretika selayaknya orang-orang terdidik.

Yang pertama ialah berkecimpung dalam masyarakat. Sebaik-baiknya ilmu ialah yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Untuk apa kita berpendidikan tinggi tetapi kita tidak memiliki manfaat untuk orang lain. Ilmu tersebut akan sia-sia jika tidak digunakan dengan hal-hal yang positif. Masyarakat sangat butuh mahasiswa. Mahasiswa ialah harapan. Cukup dengan memberikan apa yang sedang masyarakat butuhkan, misalnya penyuluhan tentang kesehatan, pendidikan belajar gratis untuk anak-anak jalanan dan masih banyak lagi. Dengan itu, masyarakat akan mempunyai wawasan yang luas tentang rumpun ilmu yang kita berikan. Dengan itu kita telah memberikan pendidikan, setuju?

Yang kedua ialah menebarkan semangat belajar dengan aura positf. Menurut survey mahasiswa magister kriminologi peminatan perlindungan anak, Reni Kartikawati, sebanyak 22.000 perempuan muda Indonesia usia 10-14 tahun sudah menikah terutama terjadi di pedesaan sebanyak 0,03 persen. Hal ini cukup memprihatinkan, sebagian dari mereka belum cukup umur dan juga matang untuk menghadapi kehidupan ke depan. Salah faktor yang menyebabkan masalah ini ialah minimnya pendidikan. Kebanyakan pernikahan ini atas dasar perintah orang tua mereka yang kurang memperhatikan pendidikan anak tersebut. Hasilnya, pasangan pernikahan dini tersebut belum cukup memahami peran-peran yang harus ia tanggung dalam keluarga. Anak perempuan pernikahan dini tersebut belum siap menjadi ibu sebagai guru pertama bagi anak-anaknya. Kemudian pasangan tersebut kemungkinan akan menghadapi masalah seperti ekonomi, sosial, pendidikan bagi anak keturunanya. Jika pola pikir ini tidak segera diubah, maka akan berlanjut hingga anak cucu keturunannya. Di sinilah peran mahasiswa untuk membuka pikiran masyarakat bahwa pendidikan itu penting. Buktikan kepada orang sekitar bahwa pendidikan akan membawa segalanya menjadi lebih baik.

Yang ketiga ialah beretika selayaknya orang yang terdidik. Sepandai-pandainya orang mengerti konsep, belum sempurna jika kita belum mempraktikannya. Sebagai generasi yang mendukung pendidikan Indonesia, kita harus menerapkan norma-norma serta etika yang baik bagi generasi di bawah kita. Jangan salahkan jika anak kecil di zaman sekarang telah berani berperilaku yang tak pantas dilakukan di usia mereka. Pengajaran tidak harus selalu duduk di atas bangku di dalam kelas secara formal. Tetapi wajib di terapkan agar bisa dicontoh. mempercontoh lebih tajam efeknya dibandingkan teori semata.



Kesimpulannya, sebagai mahasiswa kita harus menjadi generasi perubahan atau agent of change bagi Negara Indonesia. Marilah kita beraksi demi merealisasikan Tri Dharma Perguruan tinggi sebagai mahasiswa. Hidupkan suara mahasiswa bukan sekadar mahasiswa, tidak hanya slogan demonstrasi tapi kita juga beraksi. Hidup mahasiswa!.


Nama   : Ayu Koernia Malyk
NIM     : 1107617046
Prodi    : PGSD
Biografi singkat : lahir di Jakarta, 1 Juni 1999. akan melanjutkan pendidikan di Universitas Negeri Jakarta. dengan ini postingan di blog saya di atas adalah bagian dari tugas MPA (masa pengenalan akademik) di UNJ.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar